Jumat, Juni 21, 2024
spot_img

Diduga Dipotong Sepihak Kapal Bermasalah Dari Malaysia CR6 Docking di Shipyard Marinatama Tanjung Uncang

KEPRINOW.COM, Batam – Kapal besi sejenis cargo dengan bobot berat sekitar 6000/8000 ton, yang diduga masih “bermasalah” di negeri jiran Malaysia yang disandarkan ke dermaga Shipyard MG Tanjung Uncang diduga keras “dicincang” oleh orang tak dikenal.

Informasi yang dikumpulkan media ini dari berbagai sumber menyebutkan bahwa kapal tersebut diageni oleh MH diduga warga Mlsia.

Kapal tersebut ditahan pihak terkait di Batam dan digiring dan disandarkan di Shipyard milik MG Tanjung Uncang Batam.

Sumber lain mengatakan bahwa kapal tersebut tampak di visual salah satu di kanal media tampak seperti plat yang diduga dipotong dari badan kapal.

Dalam pada itu dari pihak lain menyebutkan, kini peristiwa ini menjadi objek hukum dan disebutkan sedang ditangani di Polda Kepri.

Kontributor media ini mengirimkan gambar kapal yang tampak sandar tak bergerak dengan warna dinding kapal yang sudah mengalami korosi (berkarat).

Pada bagian yang sama sumber lain mengatakan bahwa kini ada Lawyer yang kini sedang mengatur siasat.

Namun belum diketahui sejauh mana peranan Lawyer atau Penasehat Hukum inisial JFS SH.

Informasi lain menyebutkan bahwa kapal tersebut berbendera Bolivia.Salah satu nama negara di Amerika Latin.

Disebutkan juga bahwa urusan kapal ini juga bisa ditanyakan kepada oknum bernama Akong.

Sementara itu, ketika media mengontak ke nomor PT MG tak diangkat.Namun sekilas kemudian ditelpon balik WhatsApp PT Shipyard Marinatama Gemanusa dalam posisi WhatsApp Encuary.

Disebutkan diujung telpon silahkan hubungi Pak Sim Bun saja kalau kenal.”Hubungi ke Pak Abun saja kalau kenal,” ujar sumber itu diujung smartphone.

Pada bagian lain disebutkan bahwa kapal tersebut digiring ke Batam dengan dokumen yang diduga palsu.

Awalnya digiring ke Tanjung Riau.Lalu dibawa ke dermaga dock PT MG Tanjung Uncang Batam.

Informasi yang diterima, panjang kapal sekitar 49 meter lebar sekitar 22 meter bobot antara 6000 ton hingga 8000 ton.Dan harga seken total general diperkirakan mencapai Rp45 Miliar.

Peristiwa kapal ini Hingga berita ini diturunkan Kamis (22/02/2024) media ini masih terus in depth dan menunggu konfirmasi lebih lanjut dari ihak terkait.(Robert)

BACA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

BERITA POPULER