Selasa, April 16, 2024
spot_img

Khofifah Nengok ke Pasar: Semua Stabil, Kecuali Minyak Goreng Curah

KEPRINOW.COM, Sidoarjo – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memantau bahan pokok di Pasar Larangan, Kabupaten Sidoarjo. Dalam pantauannya, ia menilai harga dan pasokan bahan pangan, mulai dari beras, gula, daging sapi, daging ayam, dan telur, relatif stabil. Kecuali, minyak goreng curah.

“Memasuki awal Ramadan, saya ingin memastikan bahwa suplai logistik bahan pangan di Pasar Larangan Sidoarjo ini semua stabil, kecuali minyak goreng curah,” ujarnya, Senin (4/4).

Dia menilai sebagian besar harga pangan masih sesuai dengan Sistem Informasi Ketersediaan Perkembangan Bahan Pokok (SISKAPERBAPO) sampai 1 April 2022, di mana harga daging sapi berkisar di Rp113.974 per kilogram. Sementara, daging ayam Rp35.787 per kilogram.

“Kalau untuk daging sapi, suplai dan harganya stabil. Daging ayam yang sedikit di atas harga eceran tertinggi (HET). Kemarin masih standar HET, tapi hari ini ada kenaikan Rp3.000 per kg,” katanya.

Sementara, harga rata-rata untuk telur ayam adalah Rp24.086 per kg. Bawang merah dihargai Rp27.720 per kg, dan bawang putih dihargai Rp25.961 per kg.

“Untuk harga telur ayam di bawah HET sedikit jadi Rp23.000 per kg. Yang lain, seperti bawang merah hari ini stabil, tapi cenderung sedikit menurun (harganya),” terang Khofifah.

Selain itu, harga cabai, gula, dan beras cenderung normal, di mana harga cabai berada di angka Rp39.191 per kg untuk cabai merah besar keriting, Rp48.461 untuk cabai merah besar biasa, dan Rp40.121 untuk cabai rawit.

“Cabe, beras, dan gula, stabil dan harganya normal. Pada dasarnya beras dan gula ini kebutuhan yang mendasar bagi masyarakat. Alhamdulillah, suplainya dan harganya stabil,” tuturnya.

Meski begitu, menurut mantan Menteri Sosial RI itu, harga dan suplai minyak goreng curah masih menjadi persoalan. Saat ini, Jatim masih membutuhkan ketercukupan dan percepatan suplai untuk minyak goreng curah.

“Jadi, ada yang sudah 1 bulan ataupun 2 minggu belum mendapatkan suplai minyak goreng curah. Ini persoalan nasional yang mudah-mudahan bisa disuplai lebih cepat dan lebih merata,” jelasnya.

Sebelumnya, ia mengaku telah berkoordinasi langsung dengan Menteri Perdagangan dan Dirjen Perdagangan Dalam Negeri untuk menghasilkan suplai minyak goreng curah dari Kalimantan. Tetapi, selanjutnya otoritas pindah ke kementerian lain.

“Jadi waktu itu juga sempat di-drop di Pasar Larangan ini adalah minyak goreng curah dari Kalimantan. Kemudian, stok berikutnya setelah siap, ada perpindahan tanggung jawab dari Kemendag ke Kemenperin. Kita berharap Ramadan ini minyak goreng curah bisa lancar,” ungkapnya.

Selain minyak goreng curah, dari penemuan di lapangan, Khofifah mengatakan bahwa minyak goreng kemasan premium juga relatif mahal. Harga beli di tingkat pedagang sudah menembus Rp50 ribu per dua liter untuk kemasan premium.

“Dari yang kami lihat di lapangan, minyak goreng dengan kemasan premium relatif harganya cukup mahal, karena tadi saya tanya ada yang mereka belinya saja sudah Rp25 ribu per liter. Sehingga, pasti mereka menjual ada margin per liter dari yang dari mereka beli,” tuturnya.

Meski begitu, Khofifah berharap agar selama Ramadan ini semua bahan pokok bisa stabil suplai dan harganya. Sehingga, tidak akan ada kelangkaan bahan ataupun kenaikan harga yang signifikan.

“Jadi, persoalan minyak goreng curah masih menjadi PR kita. Tapi mudah-mudahan memasuki Ramadan ini bisa segera mendapatkan suplai yang lebih proporsional sesuai dengan kebutuhan minyak goreng di Jatim, yakni 59.000 ton per bulan. Begitu juga bahan lainnya, semoga bisa tetap stabil,” harapnya. (cnni)

Print Friendly, PDF & Email
BACA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

BERITA POPULER