Selasa, April 16, 2024
spot_img

Nilai Ekspor Indonesia Maret 2021 Capai US$18,35 Miliar

KEPRINOW.COM, Jakarta – Nilai ekspor Indonesia pada Maret 2021 mencapai US$18,35 miliar atau naik 20,31 persen dibanding ekspor Februari 2021. Jika dibanding Maret 2020 naik 30,47 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengatakan, ekspor nonmigas pada Maret 2021 mencapai US$17,45 miliar, naik 21,21 persen dibanding Februari 2021. Apabila dibanding ekspor nonmigas Maret 2020, naik 30,07 persen.

“Peningkatan terbesar ekspor nonmigas pada Maret 2021 terhadap Februari 2021 terjadi pada lemak dan minyak hewan/nabati sebesar US$1.167,1 juta (67,90 persen),” kata Suhariyanto Kamis (15/4/2021) saat konferensi pers virtual.

Menurut tujuan negara ekspor nonmigas pada Maret 2021, terbesar ke Tiongkok yaitu US$3,73 miliar, Amerika Serikat US$2,07 miliar, dan Jepang US$1,38 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 41,12 persen.

Sementara ekspor ke ASEAN sebesar US$3,46 miliar dan Uni Eropa (27 negara) sebanyak US$1,44 miliar.

Menurut sektor, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan Januari-Maret 2021 naik 18,06 persen dibanding periode yang sama tahun 2020. Selain itu juga ekspor hasil pertanian naik 14,61 persen dan ekspor hasil tambang dan lainnya naik 12,10 persen.

Menurut provinsi asal barang, ekspor Indonesia terbesar pada Januari-Maret 2021 berasal dari Jawa Barat dengan nilai US$8,14 miliar (16,65 persen), Jawa Timur US$5,22 miliar (10,68 persen), dan Riau US$4,44 miliar (9,07 persen).

Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia Januari-Maret 2021 mencapai US$48,90 miliar atau meningkat 17,11 persen dibanding periode yang sama tahun 2020, demikian juga ekspor nonmigas mencapai US$46,25 miliar atau meningkat 17,14 persen. (ifp)

Nilai Ekspor Indonesia Maret 2021 Capai US$18,35 Miliar

KEPRINOW.COM, Jakarta – Nilai ekspor Indonesia pada Maret 2021 mencapai US$18,35 miliar atau naik 20,31 persen dibanding ekspor Februari 2021. Jika dibanding Maret 2020 naik 30,47 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengatakan, ekspor nonmigas pada Maret 2021 mencapai US$17,45 miliar, naik 21,21 persen dibanding Februari 2021. Apabila dibanding ekspor nonmigas Maret 2020, naik 30,07 persen.

“Peningkatan terbesar ekspor nonmigas pada Maret 2021 terhadap Februari 2021 terjadi pada lemak dan minyak hewan/nabati sebesar US$1.167,1 juta (67,90 persen),” kata Suhariyanto Kamis (15/4/2021) saat konferensi pers virtual.

Menurut tujuan negara ekspor nonmigas pada Maret 2021, terbesar ke Tiongkok yaitu US$3,73 miliar, Amerika Serikat US$2,07 miliar, dan Jepang US$1,38 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 41,12 persen.

Sementara ekspor ke ASEAN sebesar US$3,46 miliar dan Uni Eropa (27 negara) sebanyak US$1,44 miliar.

Menurut sektor, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan Januari-Maret 2021 naik 18,06 persen dibanding periode yang sama tahun 2020. Selain itu juga ekspor hasil pertanian naik 14,61 persen dan ekspor hasil tambang dan lainnya naik 12,10 persen.

Menurut provinsi asal barang, ekspor Indonesia terbesar pada Januari-Maret 2021 berasal dari Jawa Barat dengan nilai US$8,14 miliar (16,65 persen), Jawa Timur US$5,22 miliar (10,68 persen), dan Riau US$4,44 miliar (9,07 persen).

Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia Januari-Maret 2021 mencapai US$48,90 miliar atau meningkat 17,11 persen dibanding periode yang sama tahun 2020, demikian juga ekspor nonmigas mencapai US$46,25 miliar atau meningkat 17,14 persen. (ifp)

Print Friendly, PDF & Email
BACA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

BERITA POPULER